Selasa, 19 Maret 2013

Tulisan Individual 2 Akuntansi Internasional



Perusahaan Australia Gunakan Cucu Suharto


SYDNEY, KOMPAS.com — Sebuah perusahaan tambang Australia, Western Mining Network, menggunakan jasa salah seorang cucu mantan Presiden Suharto, Panji Suharto, untuk mempromosikan perusahaan tersebut.
Panji Adhikumoro adalah putra Bambang Trihatmojo, dan menurut laporan harian The Age pada Senin (18/3/2013) baru saja berkunjung ke Australia membantu Western Mining untuk menarik minat para investor guna membeli saham perusahaan yang terdaftar di bursa Australia, ASX, tersebut.
Ketika ditanya mengenai kontribusinya bagi perusahaan tersebut, Panji mengatakan, "Saya mengetahui banyak orang di Indonesia, dan saya bisa mendapatkan banyak informasi di Indonesia."
Direktur Eksekutif Western Mining Chris Clower mengatakan bahwa bantuan Panji Suharto diperlukan untuk membantu masuk ke dalam lingkungan pasar bisnis Indonesia yang semakin kompleks.
"Memiliki mitra yang tepat sangat penting sehingga, ketika kita memiliki aset yang bernilai, tidak akan bisa diambil alih orang lain begitu saja," kata Chris Clower. "Ini bukan karena kami bergerak di pasar gelap, tetapi ini diperlukan supaya kami rentan terhadap bahaya."
Menurut Clower, bantuan dari mereka yang pernah dekat dengan Suharto diperlukan karena peraturan di Indonesia selalu berubah-ubah.
"Penting sekali untuk mengetahui ke mana arah peraturan akan berjalan, dan mencari celah-celah dari peraturan yang ada," kata Clower. Menurut The Age, Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty tahun lalu telah memperingkatkan adanya "nasionalisme ekonomi" di Indonesia, dan perlunya perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia untuk berhati-hati menyusul perubahan peraturan pembatasan kepemilikan asing di perusahaan tambang.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L Sastra Wijaya, beberapa perusahaan asing sekarang terlibat dalam sengketa dengan perusahaan Indonesia, seperti perusahaan tambang Inggris Churchill Mining di Kalimantan dan Intrepid Mines.
Menurut Gregory Sarkissian, Direktur Pelaksana Borneo Brothers, pemilik saham terbesar di Western Mining, sengketa bisnis itu diharapkan tidak terjadi bagi keterlibatan mereka karena nama Suharto masih disegani di Indonesia.
"Ketika kami berkunjung, ketika mereka tahu bahwa keluarga Panji terlibat, mereka tidak mau membuat keributan dan malah membantu." kata Sarkissian.
Namun, menurut Prof Tim Lindsey, ahli masalah Indonesia di Universitas Melbourne, nama Suharto sekarang ini tidak lagi memiliki pengaruh besar di Indonesia.
"Nama Suharto tidak lagi bersinar di Indonesia. Ingat ketika meninggal, Suharto sedang menghadapi tuduhan korupsi," kata Lindsey.



Opini : 
Dari artikel diatas mengenai perusahaan Australia yang menggunakan cucu Suharto untuk mempromosikan perusahaan tersebut merupakan hal yang wajar. Tentunya tindakan tersebut sudah didasari pada beberapa pertimbangan. Panji Trihatmojo selaku cucu mantan Presiden Suharto merupakan icon yang dijadikan sebagai penarik minat investor agar perusahaan tersebut dapat masuk dan diterima dalam bisnis di Indonesia. Apapun strategi dan langkah yang ditempuh oleh perusahaan Australia tersebut untuk masuk dalam bisnis di Indonesia, diharapkan jangan sampai mengambil alih harta kekayaan alam yang ada di Indonesia karena hal tersebut merupakan aset bernilai yang harus dinikmati oleh bangsa Indonesia sendiri.  Selain itu, perusahaan Australia tersebut juga harus taat dan patuh pada peraturan yang berlaku di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar